Munas PBSI Akan Resmi Dibuka di Yogya

7:16 PM Add Comment

Yogyakarta - Musyawarah Nasional (Munas) PB PBSI yang diselenggarakan di Yogyakarta resmi dibuka pada Kamis (20/9) malam WIB.

Bertempat di Jogjakarta Plaza Hotel, pembukaan Munas yang dimulai pukul 19.15 itu dihadiri oleh Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso, serta perwakilan dari KONI Pusat, Menegpora, dan Gubernur DIY. Pembukaan juga dihadiri oleh calon ketua umum PBSI, Icuk Sugiarto dan Gita Wirjawan.

Munas dihadiri lengkap oleh perwakilan 33 pengprov dari seluruh Indonesia.

Tepat pukul 20.15, Munas resmi dibuka oleh perwakilan dari Menpora, karena Andi Mallarangeng yang semula dijadwalkan membuka Munas, berhalangan hadir karena berada di Pekanbaru untuk penutupan PON.

Setelah pembukaan, Munas akan dilanjutkan dengan sidang pleno dan laporan pertanggungjawaban dari ketua umum PBSI serta Dewan Pengawas.

Besok agenda Munas adalah laporan dari pengprov, pengesahan laporan pertanggungjawaban PB PBSI dan pemilihan ketua umum.

(4.5.15/20.16)

Gita Wirjawan Akan Berharap Pemilihan Ketum PBSI Berjalan Secara Demokratis

7:15 PM Add Comment

Yogyakarta - Musyawarah Nasional XXI PB PBSI di Yogyakarta mengagendakan pemilihan ketua umum. Salah satu calon ketua umum PBSI, Gita Wirjawan, berharap proses pemilihan berjalan demokratis.

Gita merupakan salah satu kandidat ketua umum PBSI. Pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan itu akan bersaing dengan kandidat lainnya, Icuk Sugiarto, dalam Munas yang berlangsung 20-22 September 2012.

"Mudah-mudahan pemilihan berlangsung demokratis. Yang penting kita berdua upayakan untuk merangkul semua pihak untuk meningkatkan citra bulutangkis agar bisa lebih baik ke depan," terang Gita di hadapan para wartawan usai pembukaan Munas PBSI di Jogjakarta Plaza Hotel, Kamis (20/9/2012) malam WIB.

Ditanya soal peluangnya terpilih sebagai Ketum PBSI, Gita memilih untuk merendah. Dia juga mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah dukungan yang diterimanya dari pengrov.

"Saya datang ke sini, bisa dicalonkan dan diberi kesempatan sudah alhamdulillah. Tapi saya juga menghormati Pak Icuk yang mantan pebulutangkis kelas dunia."

"Saya dapat info dari Pak Djoko, ada beberapa pengprov yang mendukung. Tapi, saya tidak tahu tepatnya. Kita lihat saja besok," tutupnya.

Munas PBSI sudah resmi dibuka Kamis (20/9) malam WIB. Pemilihan ketua umum akan dilaksanakan pada munas hari kedua, Jumat (21/9) besok.

(4.5.15/20.14)

Djoko Santoso : Akan Melanjutkan Program Pembinaan Untuk Usia Muda

7:13 PM Add Comment

Yogyakarta - Ketua Umum PBSI Djoko Santoso mengungkapkan harapannya terhadap ketum baru yang akan terpilih nanti. Dia ingin ketum baru PBSI akan meneruskan program pembinaan usia muda yang sudah disiapkannya.

Djoko, yang mulai menjabat sebagai ketum PBSI sejak tahun 2008 lalu, akan berakhir masa jabatannya pada tahun 2012 ini. Musyawarah nasional kemudian digelar di Yogyakarta pada 20-22 September ini dengan salah satu agenda yaitu pemilihan ketua umum.

Jelang berakhirnya masa jabatannya, Djoko menyatakan bahwa hampir seluruh program yang direncanakannya berjalan. Namun dia berharap ketum baru yang terpilih nanti akan melanjutkan program pembinaan usia muda yang sudah disiapkannya.

"Sesungguhnya secara umum semua sudah berjalan. Ada satu hal yang saya siapkan yaitu pelatihan untuk remaja, tapi dengan sistem seleksi yang berbeda. Karena dengan sistem yang ada saat ini yang terekrut hanya dari Pulau Jawa," papar Djoko usai pembukaan Munas PBSI di Jogjakarta Plaza Hotel, Kamis (20/9) malam WIB.

"Dengan sistem yang baru yang akan dirumuskan, diharapkan bisa menjaring bakat dari luar Jawa. Kita juga ingin mengadakan turnamen pulau-pulau besar, misalnya turnamen khusus Sumatra agar mereka punya kebanggaan."

Ada dua kandidat ketum yang akan memperebutkan suara di Munas PBSI yang ke-21 ini. Mereka adalah Icuk Sugiarto dan Gita Wirjawan. Pemilihan akan dilakukan pada Jumat (21/9) sore WIB.

"Saya kira keduanya punya potensi. Siapapun yang terpilih harus kita dukung dan kita bantu untuk memajukan bulutangkis," kata dia.

(4.5.15/20.12)

Gita Wirjawan Menjadi Ketum Baru PBSI

7:11 PM Add Comment

Yogyakarta - Gita Wirjawan resmi terpilih menjadi ketua umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2012-2016 berkat kemenangan telak atas Icuk Sugiarto.

Gita, yang juga Menteri Pergadangan RI, terpilih setelah menangguk 31 suara di dalam musyawarah nasional (munas) PB PBSI yang digelar di Jogjakarta Plaza Hotel, Jumat (21/9/2012). Gita menggantikan posisi Djoko Santoso yang merupakan ketum periode sebelumnya.

Sementara itu mantan pebulutangkis nasional yang maju sebagai kandidat ketum pesaing Gita, Icuk Sugirto, meraih dua suara.

Dari total 34 suara yang mereka perebutkan, terdiri dari 33 pengprov dan satu PB, ada satu suara yang abstain. Proses pemilihan itu sendiri dilakukan secara tertutup.

(4.5.15/20.10)

Icuk Telah Protes Pemilihan Ketum PBSI Dan Akan Menggugatnya ke BAORI

7:09 PM Add Comment

Yogyakarta - Icuk Sugiarto memprotes proses pemilihan ketua umum baru PB PBSI yang memenangkan Gita Wirjawan, dan akan mengajukan gugatan ke BAORI.

Protes tersebut disampaikan Icuk kepada pers di tempat berlangsungnya Munas di Jogjakarta Plaza Hotel, Jumat (21/9/2012) siang, pukul 14.00 WIB. Itu ia lakukan setelah Munas mengumumkan bahwa Gita telah terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum baru induk organisasi bulutangkis tersebut.

Didampingi perwakilan pengprov yang mendukung pencalonan dirinya, yakni dari DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Barat, mantan pemain nasional itu menyebut bahwa pemilihan tersebut melanggar agenda sidang yang telah disepakati.

Semula agenda pemilihan dijadwalkan dilakukan pada pukul 4 sore. Namun, pada sesi pandangan umum pengprov-pengprov pukul 11 siang, ternyata langsung menjadi pemilihan, dan Gita menang mutlak dan diputuskan menjadi ketetapan sidang.

"Munas ini sendiri sudah cacat hukum karena terlalu dipaksakan. Semestinya baru digelar di bulan November, karena masa jabatan pengurus baru selesai saat itu," ujar Icuk.

"Ini juga menyalahi agenda sidang yang telah disusun, kenapa ini kok langsung diaklamasikan. 'Kan semestinya jam 4 sore," sambung dia, seraya menambahkan bahwa kejadian ini akan dilaporkan ke Badan Arbritase Olahraga Indonesia (BAORI).

Mereaksi protes Icuk tersebut, ketua panitia Munas yang juga pimpinan sidang, Kusdarto Pranomo, menjelaskan kronologi terjadinya pemilihan secara aklamasi. Ia menganggap tidak ada pelanggaran dalam sidang.

"Acara pandangan umum itu tidak menutup adanya aspirasi-aspirasi dari peserta sidang. Jadi ini tidak ada masalah. Di jadwal pun, kemarin sudah disetujui tidak ada pemaparan visi-misi dari para kandidat. Kalau soal waktu, itu 'kan fleksibel. Kalau bisa dilakukan lebih cepat, kenapa tidak?" ujarnya.

Kusdarto lalu menjelaskan, ketika para peserta sidang ditanyakan mendukung siapa, ternyata mayoritas mendukung Gita. Rinciannya, 31 pengprov mendukung menteri perdagangan RI itu, 2 mendukung Icuk (DKI dan NTB), sedangkan satu abstain (Riau).

"Sebagai pimpinan sidang saya lalu tanyakan sampai tiga kali, apakah forum menyepakati bahwa ini bisa langsung dijadikan keputusan, dan mayoritas forum menyatakan setuju" ungkap dia.

Ketua Bidang Hukum PBSI Umbu Sampaty juga menjelaskan bahwa tidak ada aturan hukum yang dilanggar. Ia lalu merujuk pada AD/ART Pasal 17 ayat 16, dan Pasal 22 Ayat 2 Tata Tertib dan Acara Munas.

"Di situ disebutkan bahwa pemilihan ketua umum dilakukan dan dipilih oleh peserta Munas secara musyarawarah atau melalui perhitungan suara terbanyak 50% plus 1. Jadi, keputusan tersebut sah," tegasnya.

Gita dan Icuk pada saat pemilihan tersebut tidak ada di ruang sidang karena memang tidak tercatat sebagai peserta sidang dan tak punya hak suara.

(4.5.15/20.08)

Simon Telah Dihentikan Lee Chong Wei di Semifinal

7:05 PM Add Comment

Tokyo - Langkah Simon Santoso di turnamen Jepang Terbuka 2012 cuma sampai semifinal. Setelah pebulutangkis unggulan teratas, Lee Chong Wei, mengandaskan perlawanan Simon.

Di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Sabtu (22/9/2012) siang WIB, Chong Wei tanpa kesulitan menghentikan Simon dua set langsung, 21-7 dan 21-17 dalam waktu 31 menit.

Di set pertama tak banyak yang bisa diperbuat Simon dan Chong Wei sudah unggul jauh sejak memimpin 7-5. Sampai pada akhirnya Chong Wei menang 21-7.

Pada set kedua Simon memberikan perlawanan dan saling kejar mengejar angka terjadi hingga akhirnya sama kuat di 17-17. Tapi sampai di situ saja usaha Simon karena Chong Wei berhasil buat empat angka tambahan dan menang 21-17.

Dengan kandasnya Simon maka wakil Indonesia di turnamen ini tinggal Mohammad Rijal/Liliyana Natsir yang akan memainkan laga semifinal ganda campuran melawan Shintaro Ikeda/Reiko Shiota.

(4.5.15/19.04)

Rijal Dan Liliyana Juga Lolos ke Babak Final

7:03 PM Add Comment

Tokyo - Harapan Indonesia meraih titel di turnamen Jepang Terbuka, setelah satu wakilnya di ganda campuran, Muhammad Rijal/Liliyana Natsir, berhasil menapaki partai final.

Dalam laga semifinal yang dihelat di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Sabtu (22/9/2012) siang WIB, Rijal/Liliyana menghadapi pasangan Jepang yang jadi unggulan kedua, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota.

Dalam waktu 24 menit mereka berhasil menang dua set langsung, 21-9 dan 21-11.

Di set pertama Rijal/Liliyana langsung tancap gas begitu pertandingan dimulai dan berhasil unggul 16-9 sebelum akhirnya menang 21-9.

Masuk di set kedua tetap sama namun Ikeda/Shiota sempat memberi perlawanan sebelum akhirnya takluk 11-21.

Di babak final Rijal/Liliyana akan bertemu unggulan pertama asal Malaysia, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh.

(4.5.15/20.03)

Sony, Hayom Dan Firda Juga Melaju

7:00 PM Add Comment

Palembang - Langkah pebulutangkis unggulan Indonesia di Indonesia GP Gold 2012 masih belum terbendung. Sony Dwi Kuncoro, Dionysius Hayom Rumbaka dan Adrianti Firdasari berhasil memastikan tempat di babak selanjutnya.

Sony yang merupakan unggulan kelima tak menemui banyak kesulitan saat menghadapi pebulutangkis yang lolos dari babak kualifikasi, Wibowo Setyaldi Putra. Dalam pertandingan babak kedua yang digelar di GOR P.S.C.C, Palembang, Rabu (26/9) siang WIB, Sony menang 21-16, 21-13 dalam waktu 24 menit.



Juga melangkah ke babak ketiga adalah Hayom yang merupakan unggulan keempat. Dia menghentikan perlawanan pebulutangkis Jepang, Sho Zeniya, 21-19, 22-20 dalam tempo 40 menit.

Dari nomor tunggal putri, Firda yang menjadi unggulan ketujuh juga tak menemui kesulitan berarti saat memainkan laga babak pertama. Firda menang straight set atas Shizuka Uchida 21-17 21-13.

Langkah Firda juga diikuti oleh unggulan keenam, Aprilia Yuswandari. Dia juga menang dua set langsung dari pebulutangkis Singapura, Jiayuan Chen 21-19, 21-19.

Di nomor ganda putri, Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari juga melangkah ke babak kedua. Anneke/Nitya yang merupakan unggulan ketiga itu menang straight set 21-16 21-15 atas Shevon Jernie Lai/Yin Loo Lim.

(4.5.15/20.00)

Simon, Tantowi Dan Liliyana Turut Lolos

6:58 PM Add Comment

Palembang - Simon Santoso melanjutkan langkahnya di Indonesia GP Gold ke babak ketiga. Sementara dari nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga lolos ke babak selanjutnya.

Di GOR P.S.C.C, Palembang, Rabu (26/9) sore WIB, Simon yang merupakan unggulan teratas tak menemui kesulitan saat menghadapi pebulutangkis Korea Selatan, Sung Min Park. Simon hanya butuh waktu 23 menit untuk menang dua set langsung 21-17, 21-12.

Kemenangan itu mengantar Simon lolos ke babak ketiga. Di babak ketiga, Simon akan menghadapi Chen Yuekun (China) yang menang dari I Putu Roy Danu Wira Dharma.

Dari nomor ganda campuran, Tontowi/Liliyana juga memetik kemenangan. Pasangan yang juga ditempatkan sebagai unggulan pertama itu menang dua set langsung 21-19, 21-13 dalam waktu 19 menit melawan Trikusuma Wardhana/Aprilisasi Putri Lejarsari Variella.

Di babak kedua, Tontowi/Liliyana akan menghadapi pasangan ganda campuran asal Indonesia lainnya, Putra Eka Rhoma/Aris Budiharti.

Di nomor tunggal putri, Belaetrix Manuputi gagal melangkah ke babak kedua. Meski sempat merebut set pertama Belaetrix yang merupakan unggulan keempat itu kalah tiga set dari Nozomi Okuhara, 22-20 16-21, 15-21.

(4.5.15/19.58)

Bulutangkis Indonesia : Ketua Baru, Pemain Baru, Dan 'Semoga Prestasi Baru'

6:57 PM Add Comment

Jakarta - Bulutangkis Indonesia sekali lagi dipimpin oleh manajer handal dari kalangan pebisnis dengan terpilihnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai ketua umum untuk periode tahun 2012-2016.

Sebelumnya, Chairul Tanjung, seorang pengusaha handal, juga pernah menjadi komandan induk organisasi olahraga yang paling sering mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia tersebut untuk periode tahun 2000-20004.

Chairul saat itu menunjukkan kemampuannya antara lain saat membuat keputusan sangat besar, yaitu "mengalah" pada "kenakalan" Taufik Hidayat, dan memburu Taufik yang di akhir tahun 2001 dan awal 2002 ingin pindah ke Singapura. Chairul berhasil membujuk si Bad Boy yang juga Golden Boy itu ntuk kembali ke pelatnas. Hasilnya: Taufik mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara Olimpiade 2004, juara dunia 2005, kampiun Asian Games 2006 dan sederet gelar lainnya.

Chairul akhirnya secara ksatria mengundurkan diri dari jabatan ketua umum PBSI sebagai konsekuensi dari kegagalan tim bulutangkis Indonesia mempertahankan Piala Thomas 2004, walaupun sebelumnya berhasil mempertahankan Piala Thomas di tahun 2002. Sejak saat itu Indonesia belum pernah mendapatkan kembali Piala Thomas, tetapi belum pernah ada ketua umum PBSI yang meletakkan jabatannya karena kegagalan memenangi piala beregu paling bergengi di olahraga ini.

Tidak seperti masa Chairul Tanjung yang mewarisi pemain-pemain handal seperti Taufik, Sony Dwi Kuncoro, Hendrawan, Marleve Mainaky, Sigit Budiarto, Chandra Wijaya, Halim Haryanto, Trikus Haryanto, Nova Widianto dan tradisi emas bulutangkis Indonesia, Gita Wirjawan mewarisi kondisi terburuk dalam sejarah prestasi bulutangkis Indonesia. Jangankan medali emas olimpiade (2012) yang selalu menjadi tradisi kontingen Indonesia, medali perunggu pun tidak dapat.

Obat dari keterpurukan bulutangkis Indonesia saat ini adalah manajer yang handal, yang mampu membuat perencanaan yang matang dan berani mengambil keputusan yang inovatif. Hal ini menurut saya dimiliki oleh ketua umum PBSI yang baru. Yang menjadi syarat lainnya adalah sang ketua umum harus mencintai bulutangkis dan mau berkorban. Inilah yang akan dituntut dari Gita dari para penggemar olahraga tepok bulu angsa di Indonesia.

Meskipun mewarisi kondisi bulutangkis Indonesia yang mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir, tetapi Gita tetapmewarisi bakat-bakat bulutangkis yang mulai menunjukkan kualitasnya dan siap untuk menggantikan pemain-pemain lama, terutama bakat-bakat di nomor ganda, baik ganda putra, ganda putri ganda campuran.

Apresiasi harus diberikan antara lain kepada PB Djarum yang secara reguler mengadakan Sirkuit Nasional, sehingga bibit-bibit bulutangkis Indonesia mempunyai sarana untuk mengasah kemampuan dan mental dalam iklim kompetisi yang sangat ketat. PB Djarum juga secara reguler mengirimkan pemain-pemain juniornya untuk berlaga di kompetisi internasional.

Saat ini bibit-bibit muda Indonesia mulai menunjukkan tajinya di dunia internasional, antara lain dengan meraih gelar ganda campuran Kejuaraan Dunia Yunior 2011 melalui Gloria Emmanuelle Widjaja/Alfian Eko Prasetyo, yang di final mengalahkan sesama pemain Indonesia, Ronald Alexander/Tiara Rosalia Nuraidah. Di event tersebut Indonesia juga menempatkan dua finalis lainnya, yaitu di nomor tunggal putri dan ganda putri walaupun mereka akhirnya kalah di final.

Sebelumnya, pemain yunior Indonesia juga meraih dua gelar dalam Kejuaraan Asia 2011 melalui Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia di nomor ganda campuran, serta Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah di ganda putri. Pada Kejuaraan Asia tahun 2012, Indonesia kembali mendapatkan gelar melalui pasangan ganda putra Edi Subaktiar/Arya Maulana Aldiartama.

Di tingkat senior, para pemain baru juga mulai berkembang di tahun 2012 ini, terutama untuk pemain ganda. Berdasarkan ranking yang dikeluarkan BWF per 20 September 2012, pemain-pemain "baru" Indonesia mulai menapaki peringkat 32 besar dunia, sehingga memungkinkan mereka untuk tampil di kejuaraan setingkat Super Series.

Di nomor ganda putra, selain Angga Pratama/Ryan Agung Saputro di peringkat 22 dunia, masih ada pasangan Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ulinnuha (31), Markus Fernaldi Gideon/Agripinna Prima Rahmanto Putra (32), dan Andrei Adistia/Christopher Rusdianto (39). Mereka akan didukung oleh pasangan baru muka lama seperti Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Markis Kido/Alvent Yulianto Chandra, Hendra Aprida Gunawan/Yonathan Suryatama Dasuki, dan Bona Septano dengan pasangan barunya.

Di nomor ganda putri, para pemain baru yang mulai menanjak adalah Nitya Krishinda Maheswari/Anneke Feinya Agustin (peringkat 18 dunia), dan Della Destiara Haris/Suci Rizki Andini (peringkat 39 dunia). Di bawah mereka masih ada pasangan Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah (peringkat 48 dunia).

Di nomor ganda campuran yang merupakan nomor andalan Indonesia saat ini, di samping pasangan senior Lilyana Natsir/Tontowi Ahmad (peringkat 4 dunia), Muhammad Rijal/Debby Susanto (peringkat 19) dan Frans Kurniawan/Shendy Puspa Irawati (peringkat 24), pemain-pemain baru juga mulai menunjukkan prestasi mereka seperti pasangan Irfan Fadhilah/Weni Anggraini (peringkat 29) dan Riky Widianto/Puspita Richi Dili (peringkat 36). Di bawah mereka, pasangan juara dunia junior 2011, Alfian Eko Prasetyo/Gloria Emmanuelle Widjaja juga mulai merangkak naik dan sekarang berada pada peringkat 92 dunia.

Di nomor tunggal putra dan putri, para pemain Indonesia masih mengandalkan pemain senior, sedangkan para pemain muda masih kedodoran dalam kompetisi internasional, bahkan mereka sulit bersaing dengan pemain yunior dari Thailand, India dan Jepang. Meskipun demikian, para pemain muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Hanya saja penanganan mereka belum maksimal.

Para muka baru baik di nomor ganda maupun tunggal merupakan pemain-pemain muda usia yang masih mempunyai jalan panjang dalam meretas karier di tingkat dunia, sehingga penanganan yang profesional dan kompetisi yang reguler dapat membentuk mereka menjadi andalan Indonesia di masa yang akan datang. Di samping itu, pembinaan terhadap pemain mudah yang terus menunjukkan prestasi menggembirakan juga tidak boleh dilupakan.

Dengan potensi yang ada, maka ketua umum PBSI baru harus memprioritaskan para muka baru dengan penanganan baru yang lebih profesional sehingga mereka dapat berkembang secara maksimal. Sebagai perencana dan pengambil keputusan yang handal, ketua PBSI harus membuktikan bahwa tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi manajemen yang baik juga akan membawa bulutangkis Indonesia untuk kembali Berjaya di dunia.

Gita Wirjawan telah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem dan profesionalitas dan pendanaan bulutangkis Indonesia, termasuk di antara permasalahan gaji bagi pelatih dan pemain. Dengan jaringan relasi yang luas, maka Gita diharapkan dapat mencarikan dana segar bagi pengiriman para pemain Indonesia ke berbagai pertandingan internasional secara reguler sehingga pemain Indonesia akan mempunyai jam terbang dan suasana yang kompetitif, yang apabila dipadukan dengan pengelolaan yang profesional, akan meningkatkan prestasi mereka.

Sekali lagi, bulutangkis Indonesia dengan ketua umum yang baru, pemain-pemain baru, pengelolaan baru yang lebih profesional, semoga akan melahirkan prestasi baru.

Bagi para pencinta bulutangkis Indonesia, dukungan dan masukan secara positif terhadap PBSI harus terus diberikan untuk kebanggaan kita dan kebanggaan Indonesia.



(4.5.15/19.57)

Merasa Terlecehkan, Icuk Akan Perkarakan Munas PBSI

6:53 PM Add Comment

Jakarta - Icuk Sugiarto membuktikan ucapannya untuk memperkarakan Munas PB PBSI di Yogyakarta minggu lalu. Ia menyerahkan berkas gugatan ke BAKI dan BAORI, bahkan siap melaporkannya pula ke pihak kepolisian.

Di Munas tersebut Icuk dinyatakan kalah secara aklamasi dari Gita Wirjawan di pemilihan ketua umum baru. Ia hanya mendapat dua suara, sedangkan Gita 34 -- sisa satu suara abstain.

Icuk tidak menerima keputusan tersebut karena pemilihan itu dilakukan tidak sesuai jadwal. Awalnya agenda tersebut akan dilakukan pada pukul 4 sore, tapi dimajukan menjadi jam 11 siang di sesi pandangan umum pengprov-pengprov.

Mantan pemain nasional itu juga menganggap munas cacat hukum karena dinilai terlalu "dipaksakan" penyelenggaraannya, padahal kepengurusan Djoko Santoso baru habis di bulan November.

Hari ini, Jumat (28/9/2012), Icuk membuktikan rencananya untuk menggugat hasil munas tersebut. Ia menyerahkan berkas-berkas laporannya ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) dan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) di Jakarta, ditemani ketua pengprov PBSI Nusa Tenggara Barat, Junaidin Yaman, dan sekretaris umum pengprov Riau, Adri, plus kuasa hukumnya, Zuchli Imran Putra.

Tak hanya itu, Icuk juga akan membawa kasus ini ke meja hijau karena merasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang tertentu di munas.

"Saya sudah melaporkan ke BAKI dan BAORI. Tetapi saya akan bawa ke Polri berkaitan dengan individu mengenai perbuatan tidak menyenangkan," terang Icuk di kantor KONI, Jakarta.

"Ini bukan masalah kalah atau menang, tapi saya merasa dilecehkan. Ini saya tujukan kepada person-person yang melecehkan saya seperti ini, lanjut dia tanpa menyebut siapa person-person yang dimaksud.

''Saya harapkan jangan sampai kejadian ini terjadi kepada orang-orang selanjutnya. Kami tidak masalah sama Pak Gita, tapi dengan PBSI. Caranya sangat tidak menyenangkan. Sekarang ini penyelenggara munas yang saya tuntut. Kami anggap munas itu cacat dan harus diulang," tegasnya.

(4.5.15/19.51)

PBSI : Munas Tak Alami Cacat Hukum

6:48 PM Add Comment

Jakarta - PB PBSI memberikan penjelasan mengenai polemik musyawarah nasional (munas), terkait adanya ketidakpuasan dari Icuk Sugiarto. Koesdarto Pramono, ketua sidang munas PBSI saat itu, menyatakan bahwa acara yang berlangsung di Yogyakarta tersebut sudah sah dan tidak cacat hukum.

PBSI telah menggelar munas 20-22 September lalu, yang mana kemudian memunculkan nama Gita Wirjawan sebagai ketua umum baru. Keputusan di munas PBSI ke-21 itu kemudian digugat oleh Icuk Sugiarto yang merupakan pesaing Gita dalam berebut kursi ketum PBSI. Icuk menyebut hasil munas itu cacat hukum.

Icuk menilai, ada beberapa aturan dan tata tertib munas yang dilanggar, seperti penyelenggaraan munas yang tak sesuai jadwal dan pemilihan ketua yang tak dihadiri oleh calon-calonnya. Selanjutnya, Icuk pun mengajukan gugatan ke Badan Arbritase Olahraga Indonesia (BAORI) dan Badan Arbritase Keolahragaan Indonesia (BAKI).

Pekan lalu BAORI mempertemukan pihak Icuk Sugiarto dan PBSI. Di mediasi itu pihak PBSI meminta waktu sepekan untuk memberi tanggapan terhadap sikap dan pernyataan Icuk Sugiarto terkait kekecewaannya.

Kini penjelasan itu pun diberikan. "Pemilihan ketua umum sudah sesuai dengan AD/ART organisasi. Soal pemaparan visi dan misi di PBSI memang tidak ada agendanya, jadi munas sudah dilaksanakan sesuai tata tertib yang sudah disepakati," terang Koesdarto di Restoran Pulau Dua Restoran, Jakarta, Kamis (18/10/2012) siang.

Pernyataan Kusdarto itu juga dipertegas oleh kuasa hukumnya, Ngatino, yang telah menganalisa hasil transkrip penyelenggaraan munas.

"Tidak ada pelanggaran. Munas ini sah atau tidak semua bisa menilainya," ucapnya.

(4.5.15/19.48)

PBSI Harus Siap Menghadapi Gugatan Icuk

6:47 PM Add Comment

Jakarta - PB PBSI mendapatkan gugatan dari Icuk Sugiarto terkait penyelenggaraan musyawarah nasional. Induk organisasi bulutangkis di tanah air itu mengaku sudah siap menghadapi gugatan itu.

"Kami siap menghadapi gugatan itu. Insya Allah kami akan menang karena mempunyai bukti," kata kuasa hukum panitia Munas PBSI 2012, Ngationo, kepada wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2012) siang WIB.

Icuk, yang kalah dari Gita Wirjawan dalam pemilihan ketua umum baru, menggugat munas antara lain lain sesi pemilihan tidak sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia juga menilai ada pelanggaran tata tertib seperti tidak adanya pemaparan visi dan misi dari kandidat.

Terkait polemik munas, saat ini tengah diadakan mediasi yang difasilitasi oleh BAORI. Dua kali pertemuan sudah digelar, yang pertama hanya dihadiri oleh pihak Icuk, sementara pertemuan kedua juga didatangi oleh pihak PBSI yang diwakili oleh Kabid Hukum PBSI, Umbu Samapaty.

Pada pertemuan ketiga yang rencananya akan diadakan minggu depan, diagendakan pertemuan Gita dengan Icuk.

(4.5.15/19.47)

PBSI Akan Mengumumkan Pengurus Baru

6:46 PM Add Comment

Jakarta - Susunan pengurus baru organisasi belum juga diumumkan hampir sebulan setelah dipilih ketua umum baru. Pengurus Besar (PB) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan akan segera mengumumkannya.

Munas PBSI sudah berlangsung di Yogyakarta, 20-22 September lalu. Hasilnya, Gita Wirjawan terpilih menjadi ketua umum baru, menggantikan Djoko Santoso.

"Pengurus baru sedang dibahas oleh tim formatur dan Pak Gita. Hasilnya nanti akan diumumkan pada 22 Oktober," ujar Sekjen demisioner PBSI, Yacob Rusdianto, dalam jumpa pers di Restoran Dua Pulau, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2012) siang.

"Semoga semuanya sudah bisa terselesaikan. Tempat pengumumannya di mana, nanti akan diberitahukan," tambahnya.

Untuk mengisi kevakuman pengurus PBSI, Yacob menambahkan roda organisasi untuk sementara dijalankan oleh kepengurusan lama.

"Kepengurusan demisioner di bawah Djoko Santoso tetap berjalan hingga serah terima jabatan. Bisa disaksikan semua kegiatan di Cipayung tetap berjalan normal," imbuhnya.

(4.5.15/19.46)

Pengurus Baru PBSI Telah Diumumkan, Rexy Dan Susi Masuk Tim

6:45 PM Add Comment

Jakarta - Susunan pengurus baru PB PBSI periode 2012-2016 telah diumumkan. Dari nama-nama yang mengisi kabinet Gita Wirjawan itu, terdapat beberapa nama mantan atlet seperti Rexy Mainaky dan Susi Susanti.

Pengumuman pengurus baru PBSI dilakukan di Hotel Santika, Senin (22/10/2012) pagi WIB.

Dari susunan pengurus periode baru itu, Rexy ditunjuk menjadi Kasubid Pembinaan dan Prestasi. Rexy yang sebenarnya masih menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Filipina itu bersedia kembali ke Indonesia.

Satu lagi nama mantan atlet yang masuk ke dalam jajaran pengurus periode ini adalah Susi Susanti. Peraih emas di Olimpiade 1992 itu menjadi staf ahli Pembinaan dan Prestasi.

Berikut susunan pengurus PB PBSI periode 2012-2016:

Ketua Umum : Gita Irawan Wirjawan
Wakil Ketua Umum : Fuad Basya
Sekretaris Jenderal : Koesdarto Pramono
Kasubid BWF dan BAC : Yuniarto Suhandinata
Kasubid Hubungan Internasional : Bambang Rudianto

Staf Ahli
Pengembangan Organisasi dan Daerah : M. Feriansyah
Pembinaan dan Prestasi : Susi Susanti
Hubungan Internasional : Victor Hartono
Dana dan Usaha : Gandhi Sulistyanto
Humas dan Sosial Media : Atria Rai
Hubungan Antar Lembaga : Nusron Wahid
Hukum dan Kelembagaan : Todung Mulya Lubis

(4.5.15/19.45)

Tantowi Dan Liliyana Melewati Tantangan Pertamanya

6:43 PM Add Comment


Paris - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses melangkah ke babak kedua Prancis Super Series setelah memenangi pertandingan babak pertama melawan pasangan tuan rumah, Baptiste Careme/Audrey Fontaine.

Dalam pertandingan babak pertama yang digelar di Stade Pierre de Coubertin, Rabu (24/10/2012) sore WIB, Tontowi/Liliyana tak menemui banyak kesulitan. Unggulan keempat itu menang 21-15, 21-17 atas Baptiste/Audrey dalam waktu 29 menit.

Namun langkah Tontowi/Liliyana itu tak diikuti oleh pasangan ganda campuran lainnya, Markis Kido/Pia Zebadiah. Kido/Pia yang langsung berhadapan dengan unggulan utama asal China, Xu Chen/Ma Jin menyerah dua set langsung 18-21, 16-21.

Dari nomor tunggal putri, Aprilia Yuswandari juga melangkah ke babak kedua. Dia menghentikan perlawanan pemain Selandia Baru, Michelle Chan Ky 21-11, 21-17.

Sementara itu, Simon Santoso yang menjadi unggulan pertama di nomor tunggal putra dinyatakan kalah walkover dari pebulutangkis asal Malaysia, Chun Seang Tan. Hingga kini belum diketahui apa alasan Simon mundur dari turnamen ini.

(4.5.15/19.43)

Sony Melaju ke Babak Kedua

6:39 PM Add Comment

Paris - Sony Dwi Kuncoro mengawali langkahnya di Prancis Super Series dengan mulus. Kemenangannya atas Sourabh Varma mengantarnya melaju ke babak kedua.

Memainkan pertandingan babak pertama di Stade Pierre de Coubertin, Rabu (24/10/2012) sore WIB, Sony butuh 50 menit untuk menghentikan perlawanan Sourabh Varma. Sony menang straight set 22-20, 21-16.

Di babak kedua, Sony akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara unggulan empat asal China, Du Pengyu melawan Wing Ki Wong.

Namun langkah Sony tak diikuti oleh wakil dari tunggal putri, Belaetrix Manuputi. Dia takluk dari unggulan empat, Juliane Schenk, 10-21, 12-21.

Indonesia juga menempatkan satu wakil lagi di babak kedua dari nomor ganda campuran selain Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Muhammad Rijal/Debby Susanto menang dari Kim Ki Jung/Kim So Young 21-12 21-9.

Di babak kedua, Rijal/Debby akan menghadapi pasangan China, Qiu Zihan/Bao Yixin.

(4.5.15/19.39)

Firda Mengalami Kekalahan, Febe Terus Melaju

6:38 PM Add Comment
Paris - Sejumlah pebulutangkis Indonesia masih bertahan di Prancis Super Series, sedangkan lainnya sudah tersingkir. Adrianti Firdasari termasuk yang kandas, sedangkan Maria Febe Kusumastuti ada di gerbong yang masih melaju.

Di Stade Pierre de Coubertin, Rabu (25/10/2012) dinihari WIB, Adrianti Firdasari menyerah 23-25, 16-21 dari pemain Singapura, Gu Juan.

Di partai tunggal putri lainnya, Maria Febe Kusumastuti sebaliknya menang 21-18, 21-10 atas pemain Bulgaria Linda Zetchiri. Hasil itu membuat Febe menjadi satu dari dua tunggal putri Indonesia yang sukses menjejak babak kedua, setelah sebelumnya ada Aprilla Yuswandari.

Di tunggal putra, Indonesia gagal menambah wakil paska lolosnya Sony Dwi Kuncoro. Andre Kurniawan Tedjono dan Dionysius Hayom Rumbaka sama-sama gagal melewati babak pertama.

Hal serupa terjadi di ganda campuran. Setelah kesuksesan Muhammad Rijal/Debby Susanto dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir maju ke babak kedua, Indra Viki Okvana/Gustiani Megawati dan Riky Widianto/Puspita Richi Dili gagal mengikuti.

Di sektor ganda putra, sejumlah wakil Indonesia berhasil memenangi partai babak pertama. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra, dan Bona Septano/Afiat Yuris Wirawan, sama-sama lolos ke babak kedua.

Ganda putri Indonesia juga memiliki empat pasang wakil di babak kedua seiring dengan kemenangan Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah, Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris, Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswar, dan Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta, dalam partainya masing-masing di babak pertama.

(4.5.15/19.37)

Tantowi Dan Liliyana Melaju ke Perempatfinal, Sony Mundur

6:35 PM Add Comment

Paris - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melanjutkan langkahnya di turnamen Prancis Super Series ke babak perempatfinal. Sementara Sony Dwi Kuncoro menyatakan mundur dari turnamen.

Dalam pertandingan babak kedua di Stade Pierre de Coubertin, Kamis (25/10/2012) sore WIB, Tontowi/Liliyana butuh waktu 29 menit untuk mengandaskan Patiphat Chalardchaleam/Savitree Amitrapai. Unggulan keempat itu menang straight set 21-19, 21-13.

Di babak perempatfinal, Tontowi/Liliyana akan menghadapi pemenang dari laga antara Chris Adcock/Imogen Bankier melawan Robert Blair/Vita Marissa.

Namun langkah Tontowi/Liliyana tak diikuti oleh pasangan ganda campuran lainnya, Muhammad Rijal/Debby Susanto. Rijal/Debby kalah dari pasangan China, Qiu Zihan/Bao Yixin 13-21, 18-21.

Dari nomor tunggal putra, Sony yang sedianya melawan Wing Ki Wong mengundurkan diri dari turnamen. Dia mundur karena mengalami masalah pada pinggangnya.

Dengan demikian maka wakil Indonesia di nomor tunggal putra sudah habis. Sehari sebelumnya, Simon Santoso dan Dyonisius Hayom Rumbaka juga sudah mundur.

Di nomor ganda putra, Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan gagal ke perempatfinal. Mereka kalah dari pasangan Jerman, Ingo Kindervater/Johannes Schoettler dalam pertarungan tiga set 21-18, 19-21, 20-22.

(4.5.15/19.34)

Laju Bulutangkis Sedang Mengalami Perubahan

6:33 PM Add Comment

Jakarta - Peta bulutangkis dunia sedang berubah. Dominasi China yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua dekade, diprediksi tak besar lagi. Momen Indonesia untuk kembali bersaing.

Mungkin tak banyak yang menyadari bahwa dunia olahraga Indonesia baru saja memiliki juara dunia baru. Tanpa banyak gembar-gembor, pasangan remaja Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani merebut gelar nomor ganda campuran pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Yunior BWF 2012 di Chiba, Jepang, akhir pekan lalu.

Bagi sebagian orang, gelar ini mungkin tak istimewa. Selain levelnya cuma yunior, gengsinya pun agak berkurang karena kejuaraan dunia ini digelar setiap tahun -- bukan empat tahun sekali seperti di cabang sepakbola. Alhasil, setiap tahun akan selalu lahir juara dunia baru.

Namun demikian, keliru jika menganggap sukses Edi/Melati tak bermakna apa-apa. Keberhasilan Edi/Melati justru penting karena itulah satu-satunya gelar yang dibawa pulang ke Tanah Air. Hebatnya, gelar itu sudah dipastikan sebelum kejuaraan usai karena mempertemukan dua ganda campuran Indonesia di final.

Satu-satunya gelar itu terasa kian bermakna karena didapat di nomor ganda campuran. Artinya, dua tahun beruntun kita menguasai nomor ini setelah tahun lalu pasangan Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja juga berjaya pada kejuaraan dunia di Taipei.

Kejuaraan di Chiba ini juga menghadirkan fenomena lain. Untuk kedua kalinya, kita tidak melihat pemain atau pasangan asal China dalam deretan para juara. Tahun lalu China memang sengaja tak mengirim wakilnya. Tapi tahun ini mereka mengirim cukup banyak pemain namun hanya mampu menempatkan dua finalis dan itu pun tumbang di final.

Padahal, sejak kejuaraan dunia yunior digelar pada 1992 di Jakarta, China mendominasi. Minimal, dua gelar selalu mereka bawa pulang. Puncaknya pada tahun 2000 saat Bao Chunlai dan kawan-kawan memborong semua nomor. Para alumnus kejuaraan dunia yunior itulah yang kemudian membawa China menguasai panggung bulu tangkis dunia dalam dekade terakhir ini, termasuk menyapu bersih lima medali emas bulutangkis pada Olimpiade 2012 di London.

Kegagalan China meraih satu nomor pun di Chiba mengisyaratkan sedang berubahnya -- secara perlahan -- peta bulutangkis dunia. Dominasi China mulai pudar dan dalam kurun waktu 4-6 tahun ke depan mungkin kita tak akan lagi melihat berbagai kejuaraan penting didominasi para pemain "Negeri Tirai Bambu".

Indikatornya cukup kuat. Wang Yihan yang bersama Wang Lin, Wang Xin, dan Wang Shixian mendominasi tunggal putri dunia dalam tiga tahun terakhir adalah juara dunia yunior 2006. Disusul sukses Wang Lin setahun kemudian. Secara bersama-sama, dua mantan juara dunia junior itu kemudian melanjutkan dominasi China di tunggal putri saat generasi Zhang Ning dan Xie Xingfang meredup.

Namun, setelah 2007, tak ada lagi pemain China yang menjuarai nomor tunggal putri di ajang kejuaraan dunia yunior. Saina Nehwal (India) pada 2008 dan Ratchanok Inthanon (2009-2011) dari Thailand ganti menguasai nomor ini. Disusul sukses Nozomi Okuhara (Jepang) pada kejuaraan tahun ini.

Setahun setelah juara dunia yunior, Saina mulai merebut gelar Super Series pertamanya di Indonesia Open 2009. Tahun ini, ia juga menembus dominasi China dengan merebut medali perunggu Olimpiade 2012. Dalam 2-3 tahun ke depan, era keemasan Wang Yihan akan habis. Pada saat itulah Saina akan menjadi pesaing terberat Li Xuerui di Asian Games maupun dalam perebutan posisi nomor satu dunia.

Selain Saina, Inthanon dan Okuhara juga berpotensi meruntuhkan "Tembok China" pada Olimpiade 2016. Jika saat ini selalu ada minimal lima pemain putri China di kelompok 10 besar daftar peringkat BWF situasinya akan sangat berbeda pada 4-6 tahun mendatang.

Runtuhnya dominasi China juga bisa terjadi di nomor ganda putri. Saat ini saja, sudah ada empat pasangan putri Jepang dan dua ganda putri Korea Selatan yang terus menggempur dominasi Yu Yang/Wang Xiaoli, Tian Qing/Zhao Yunlei, dan Bao Yixin/Zhong Qianxin. Kelak, barisan penggempur bakal ditambah nama Lee So Hee/Shin Sheung Chan, juara dunia junior 2011-2012. Dari Indonesia, ada pasangan remaja Melati Daeva Oktaviani/Rosita Eka Putri Sari yang mencapai perempat final di Chiba.

Di nomor ganda campuran, tanda-tanda runtuhnya dominasi China lebih terasa. Saat ini, mereka hanya punya Xu Chen/Ma Jin dan Zhang Nan/Zhao Yunlei yang memang sangat tangguh. Namun, pelapis di bawah mereka, cukup jauh. Meskipun Li Yongbo sudah berkali-kali bongkar-pasang kombinasi pasangan, namun hasilnya selalu mengecewakan sehingga tak bertahan lama.

Ganda campuran adalah nomor yang paling memungkinkan bagi Indonesia untuk mengambil-alih dominasi China. Sekarang upaya itu tengah dilakukan Tontowi/Liliyana Natsir, M. Rijal/Debby Susanto, dan Markis Kido/Pia Zebadiah. Generasi Edi Subaktiar/Melati dan Alfian/Gloria mungkin baru bisa berbuat banyak di level senior 3-4 tahun mendatang jika mereka dibina dengan baik lewat pemilihan turnamen yang tepat, persaingan yang fair di Pelatnas, dan program latihan yang sesuai.

Di nomor ganda putra, dominasi China melalui Cai Yun/Fu Haifeng juga tinggal menunggu waktu untuk berakhir. Saat ini saja mereka sudah keteteran mengimbangi perkembangan pesat yang ditunjukkan ganda putra Korea Selatan, Jepang, Indonesia, serta Malaysia.

Dalam 3-4 tahun ke depan, situasi akan semakin sulit bagi China seiring beranjak dewasanya para alumnus kejuaraan dunia yunior. Ingat, pada kejuaraan dunia yunior 2008-2011, Malaysia adalah penguasa nomor ganda putra melalui empat pasangan berbeda. Tahun ini, muncul pula calon bintang baru dari CinaTaipei, Lee Chun Hei/Ng Ka Long. Ganda remaja kita, Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma dan Edi Subaktiar/Arya Maulana, juga berpotensi jadi pasangan kuat pada masa mendatang.

Satu-satunya nomor yang mungkin masih akan didominasi China hingga 4-6 tahun ke depan adalah tunggal putra. Saat ini, memang ada Lee Chong Wei yang mampu menyaingi Lin Dan. Meskipun di Olimpiade 2012 tetap saja Chong Wei tak kuasa membendung dominasi Lin Dan dan Chen Long.

Setelah Lin Dan dan Chong Wei pensiun dalam 1-2 tahun ke depan, giliran Chen Long -- juara dunia yunior 2007 -- yang berkuasa bersama Chen Jin, juara dunia junior 2004. Setelah itu, Cina masih bisa meneruskan dominasinya lewat Wang Zhengming, juara dunia yunior 2008 yang kini sudah masuk 15 besar peringkat BWF. China juga masih punya potensi dalam diri Tian Houwei, juara dunia yunior 2009.

Untuk tunggal putra, upaya menghentikan dominasi China memang lebih berat dan mungkin butuh waktu lebih lama. Namun, setidaknya, empat nomor lainnya menjanjikan perubahan peta persaingan yang bisa menggairahkan kembali panggung bulutangkis dunia.

(4.5.15/19.33)

PB Djarum Targetkan Dua Gelar di Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior 2013

6:31 PM Add Comment


Kudus - Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum menargetkan dua gelar di Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior 2013. Dua gelar itu diharapkan datang dari nomor ganda campuran dan tunggal putra.

Target juara di nomor ganda campuran memang dinilai sebagai target yang realistis. Pasalnya, sejak 2011, atlet binaan PB Djarum selalu meraih gelar juara.

Setelah di tahun lalu pasangan Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja berjaya di Taipei, tahun ini giliran Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani yang jadi juara di Chiba, Jepang, awal November lalu. Edi/Melati keluar sebagai pemenang setelah memenangi final sesama pemain Indonesia melawan Alfian Eko Prasetya/Shella Devi Aulia, 21-17, 21-13.

Fakta itu membuat PB Djarum optimistis. Mereka yakin bisa mengulang prestasi itu di kejuaraan tahun depan.

"Saya optimistis. Kita punya potensi untuk mengulangi prestasi di tahun depan. Bahkan bisa melebihi," ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin di GOR Jati Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/11).

Sementara itu, dari nomor tunggal putra, dua pemain yang akan menjadi andalan adalah Muhammad Bayu Pangisthu (16 tahun) dan Ihsan Maulana Mustofa (17 tahun). Keduanya sudah dipersiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior 2013.

"Saya yakin di nomor tunggal bisa menambah gelar tahun depan. Jadi ada dua gelar. Itu luar biasa. Keduanya sudah kami persiapkan sejak lama. Semoga terealisasi" tutur Yoppy.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pelatih Kepala PB Djarum, Fung Permadi. Dia optimistis para pemainnya bisa menambah gelar di kejuaraan tahun depan.

"Sejak 2011 kita juara di Kejuaraan Dunia Junior. Tentunya berharap prestasi ini tidak putus di tengah jalan. Semoga bisa menambah gelar di tahun depan," ujarnya.

(4.5.15/19.31)

Kido Dan Pia Lolos Babak Pertama

6:29 PM Add Comment

Taipei - Ganda campuran Indonesia, Markis Kido/Pia Zebadiah, sukses melewati babak pertama Kejuaraan Asia 2013. Sejumlah wakil Indonesia lainnya juga mampu melangkah ke babak kedua.

Kido/Pia berhadapan dengan pasangan India, Akshay Dewalkar/Pradnya Gadre di babak pertama, Rabu (17/4/2013). Unggulan keempat itu menang dua set langsung 21-10, 21-12 dalam waktu 20 menit.

Di babak kedua, Kido/Pia akan melawan wakil China, Hong Wei/Tang Jinhua. Hong/Tang lolos usai menundukkan Chen Hung Ling/Chien Yu Chin 21-14, 21-17.

Unggulan kelima Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati juga melaju ke babak kedua setelah menang atas ganda Hong Kong, Chan Yun Lung/Tse Ying Suet, dengan skor 18-21, 23-21, 21-17. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Lee Sheng Mu/Cheng Wen Hsing.

Ganda campuran lainnya, Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika, juga masih bertahan. Lukhi/Annisa mengalahkan Lu Ching Yao/Lai Chia Wen 21-18, 22-20 dan akan menantang Shin Baek Choel/Jang Ye Na di babak kedua.

Dari nomor tunggal putri, Belaetrix Manuputi lolos ke babak kedua usai mengalahkan pemain Taiwan, Cheng Shao Chieh 21-11, 21-13. Di babak kedua, Belaetrix akan bertemu lawan berat, yakni Ratchanok Intanon dari Thailand.

Sementara itu, Maria Febe Kusumastuti, Aprilla Yuswandari, dan Hera Desi langsung tersingkir. Febe dikalahkan Sapsiree Taerattanachai 17-21, 15-21, Aprilla kalah dari Busanan Ongbumrungpan 10-21, 21-8, 22-24, sedangkan Hera gagal membendung Wang Yihan dan kalah 21-17, 16-21, 15-21.

Tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melangkah ke babak kedua setelah menundukkan pemain Makau, Lou Hok Man, dengan skor 21-9, 21-6. Dia selanjutnya akan melawan Tanongsak Saensomboonsuk. Mahbub Thomi Azizan juga lolos usai menant atas Lo Jason King Ching 21-8, 21-8.

Dua ganda putra Indonesia langsung tersingkir di babak pertama. Alvent Yulianto Chandra/Markis Kido dikalahkan Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata 8-21, 23-21, 11-21, sementara Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan kalah dari Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech 21-16, 13-21, 11-21.

(4.5.15/19.29)

Kido Dan Pia Gagal ke Perempatfinal

6:28 PM Add Comment

Jakarta - Ganda campuran bersaudara Markis Kido/Pia Zebadiah gagal maju ke perempatfinal setelah dikandaskan pasangan non unggulan asal China. Sebaliknya, Fran Kurniawa/Shendy Puspa Irawati berhasil lolos.

Memainkan laga babak kedua di Taipei Arena, Kamis (18/4/2013), Kido/Pia dipaksa mengaku ketangguhan Hong Wei/Tang Jinhua dalam duel tiga set dengan skor akhir 21-18, 16-21 dan 20-22.

Fran/Shendy, yang diunggulkan di tempat kelima tidak kesulitan melewati hadangan pasangan tuan Taiwan, Cheng Wen Hsing/Lee Sheng Mu 21-15 21-12 dalam waktu 24 menit.

Selanjutnya, Fran/Shendy akan menghadapi unggulan ketiga asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam untuk berebut tiket ke semifinal.

Pasangan junior Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika kandas setelah kalah 15-21, 12-21 dari ganda Korea Selatan Shin Baek Cheol/Jang Ye Na. Nasib yang sama turut diterima tunggal putri, Belaetrix Manuputty yang takluk dari unggulan empat Ratchanok Intanon 13-21, 16-21.

Dua tunggal putra 'Merah Putih' lolos ke babak ketiga. Mereka adalah Shesar Hiren Rhustavito yang akan berhadapan dengan Wang Zhengming dan Mahbub Thomi Azizan yang akan melawan Chong Wei Feng.

(4.5.15/19.28)

Gebby Dan Tiara Lolos, Indonesia Dua Wakil di Perempatfinal

6:26 PM Add Comment
Taoyuan - Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah menjaga asa Indonesia meraih gelar di nomor ganda putri dalam Kejuaraan Asia 2013, usai keduanya melaju ke babak perempatfinal.

Memainkan laga babak kedua di Taipei Arena, Kamis (18/4/2013) malam WIB, Gebby/Tiara berhasil menundukkan pasangan China Bao Yixin/Tian Qing.

Mengadapi Bao/Tian yang merupakan juara Malaysia Open Superseries 2013,Gebby/Tiara berhasil merebut set pertama usai berduel sengit, 26-24.

Pada set kedua, Bao/Tian gantian meraih kemenangan 23-21 sekaligus menyamakan kedudukan. Pada set penentu, Gebby/Tiara memastikan tiket lolos dengan kemenangan 21-13.

Berkat kemenangan 26-24, 21-23, dan 21-13, dalam pertai yang berjalan selama 1 jam 7 menit tersebut, Gebby/Tiara kini tiba di babak perempatfinal dan akan menghadapi pasangan Hong Kong Poon Lok Yan/Tse Ying Suet.

"Pertandingan tadi ramai sekali, kami sama-sama ngotot ingin menang. Kami merebut gim pertama saat lawan sudah game point karena mereka terburu-buru jadi mati sendiri. Nah, ternyata di gim kedua ini terjadi pada kami. Sudah game point 20-18 malah kalah 21-23 karena pengembalian saya out," komentar Tiara di situs resmi PBSI.

"Untuk saya pribadi, ini adalah pertarungan gengsi melawan Bao. Waktu di kelas junior, kami satu angkatan dan sudah sering bertemu baik di nomor ganda putri maupun ganda campuran. Rasanya saya tidak mau kalah kalau bertemu dia, apalagi saya merasa cocok dengan bola-bolanya," tambahnya.

Di partai lain, ganda putri Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia Amelia Alicia Anscelly/Fie Cho Soong dengan 19-21 dan 17-21.

Sementara di nomor tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito menyerah 9-21 dan 17-21 dari unggulan enam asal Cina Wang Zhengming. Nasib serupa dialami tunggal putra lainnya, Mahbub Thomi Azizan yang kalah 17-21 dan 13-21 dari unggulan 10 asal Malaysia Chong Wei Feng.

Dengan demikian maka selain Gebby/Tiara di ganda putri, Indonesia kini tinggal menyisakan satu pasangan lain yakni Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati yang sebelumnya sudah lolos ke perempatfinal ganda campuran.

Di babak tersebut, Fran/Shendy yang merupakan unggulan lima akan terlibat pertandingan dengan unggulan tiga dari Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

(4.5.15/19.25)

Indonesia Tinggalkan Dua Ganda di SemiFinal

6:24 PM Add Comment


Taoyuan - Indonesia meloloskan dua wakilnya ke semifinal Kejuaraan Asia 2013. Keduanya adalah Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah di nomor ganda putri dan Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati di nomor ganda campuran.

Dalam pertandingan babak perempatfinal di Taipei Arena, Jumat (19/4/2013) siang WIB, Gebby/Tiara mengalahkan pasangan Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet. Setelah bertanding tiga gim selama 45 menit, Gebby/Tiara akhirnya menang 18-21, 21-12, 21-16.

Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan yang diderita Geby/Tiara di Denmark Open Superseries 2012 lalu. Kala itu, mereka kalah dua gim langsung dari Poon/Tse 12-21, 13-21.

"Kami salah menerapkan strategi di gim pertama, mainnya bertahan terus, padahal serangan Poon/Tse cukup berbahaya. Tapi kami tidak menyerah begitu saja karena kami ingin membalas kekalahan," sahut Tiara seusai pertandingan seperti dikutip situs resmi PBSI.

"Salah satu kunci kemenangan kami adalah kami bisa bermain dengan lepas dan tanpa beban. Kami tidak terlalu menggebu-gebu harus menang, jadi bisa lebih tenang mainnya," tambah Gebby.

Di semifinal, Gebby/Tiara akan menghadapi unggulan lima, Ma Jin/Tang Jinhua. Pasangan ganda asal China itu ke semifinal setelah mengalahkan ganda Malaysia, Amelia Alicia Anscelly/Fie Cho Soong, 21-14, 21-10.

Dari nomor ganda campuran, Fran/Shendy juga memastikan satu tempat di babak semifinal. Mereka lolos setelah memenangi pertarungan tiga set melawan unggulan tiga asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Toungthongkam, 19-21, 21-15, 21-11 dalam tempo 52 menit.

Selanjutnya, Fran/Shendy akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara Ko Sung Hyun/Kim Ha Na melawan Ee Yi Teo/Amelia Alicia Anscelly.

(4.5.15/19.23)

Indonesia Tak Meninggalkan Wakil di Final

6:23 PM Add Comment

Taoyuan - Tak satupun pebulutangkis Indonesia menjejak final Kejuaraan Asia 2013. Satu ganda putri dan satu ganda campuran yang berlaga di semifinal harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Di Taipei Arena, Sabtu (120/4/2013) sore WIB, duo Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati tunduk saat bertemu dengan pasangan asal Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na. Dalam waktu 29 menit, unggulan lima asal Indonesia itu menyerah dengan dua set langsung 21-23 dan 15-21.

Hasil buruk yang didapat pasangan ganda campuran itu kemudian juga harus diderita ganda putri Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah. Pasangan ini juga takluk dua set langsung dengan kedudukan 18-21 dan 8-21 saat bertemu dengan unggulan lima asal China, Ma Jin/Tang Jinhua

Dua hasil pertandingan tersebut membuat Indonesia dipastikan tak punya wakil di babak final. Sebelumnya pebulutangkis-pebulutangkis Merah Putih sudah banyak berguguran sejak di babak 16 besar.

Sementara China paling tidak sudah memastikan meraih tiga gelar menyusul terciptanya final sesama wakil negara tersebut di nomor ganda putri, tunggal putra dan tunggal putri.

(4.5.15/19.22)

China Raih 3 Gelar, Korea Raih 2 Gelar

6:21 PM Add Comment
Taipei - China menyabet tiga gelar dari tujuh wakil mereka di Kejuaraan Asia 2013 di Taiwan. Adapun dua gelar lainnya direbut para pemain Korea Selatan.

Pada final yang digelar di Taipei Arena, Taipei, Minggu (21/4/2013), China memenangi nomor tunggal putra, tunggal putri dan ganda putri, yang mana semuanya merupakan All Chinese Final.

Satu dari dua titel Korea juga didapat dari final sesama mereka, yaitu di ganda putra. Sedangkan final "netral" terjadi di nomor ganda campuran, dan pasangan Korea non-unggulan, Ko Sung Hyun/Kim Ha na, berhasil menaklukkan unggulan kedua asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dengan 22-20 21-17.

Ko/Kim adalah pasangan yang mengandaskan salah satu dari dua wakil Indonesia di semifinal, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati.

Hasil Kejuaraan Asia 2013:

Tunggal putra
Du Pengyu (2) vs Chen Long (1) 21-17 21-19

Tunggal putri
Wang Yihan (2) vs Li Xuerui (1) 21-15 21-13

Ganda putra
Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae (1) vs Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (3) 21-13 22-20

Ganda putri
Wang Xiaoli/Yu Yang (1) vs Ma Jin/Tang Jinhua (5) 21-15 14-21 21-15

Ganda campuran
Ko Sung Hyun/Kim Ha Na vs Zhang Nan/Zhao Yunlei (2) 22-20 21-17

(4.5.15/19.21)

Hayom Dan Riky Telah Lolos ke Babak Kedua

6:20 PM Add Comment

Wuhan - Dionysius Hayom Rumbaka lolos ke babak kedua Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015 setelah mengalahkan Hu Yun. Ganda campuran Riky Widianto/Richi Puspita Dili juga berhasil melewati babak pertama.

Hayom cuma butuh 27 menit untuk mengalahkan Hu Yun pada pertandingan babak pertama di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China, Selasa (21/4/2015). Dia menang dua game langsung atas tunggal putra Hong Kong itu dengan skor 21-13, 21-11.

"Hari ini saya lebih banyak bermain strategi saja. Dia 'kan bola-bola depannya bagus, jadi gimana caranya agar dia tidak dapat bola depan yang enak. Itu aja sih tadi. Dia juga keliatannya agak kaget karena saya beda mainnya," ujar Hayom saat ditemui badmintonindonesia.org seusai pertandingan.

"Saya banyak menyerang pikiran Hu Yun. Kalau game pertama bisa saya ambil, Hu Yun pasti lebih tertekan. Saya juga tidak mau mati sendiri di lapangan, maunya terus mukul bola, jadi dia juga berubah pola permainannya. Yang jelas hari ini saya mainnya lebih siap dari lawan," kata Hayom menambahkan.

Di babak kedua, Hayom akan bertemu pemain Kazakhstan, Artur Niyazov. Meski di atas kertas calon lawannya bukan lawan tangguh, Hayom tak mau menganggap enteng.

"Lawan mungkin lebih di bawah, tapi saya tetap harus fokus dan waspada. Main bagus satu per satu," katanya.

Sementara itu, Riky/Richi menang mudah atas pasangan Uzbekistan, Amrullo Bakhshullaev/Valeriya Mushtakova, dengan skor 21-4, 21-2. Mereka selanjutnya akan menantang unggulan teratas asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

"Lawannya belum berat, jadi kami banyak coba-coba bola tadi. Enak-enakin lapangan biar lebih tau situasi aja," ujar Richi.

Riky/Richi sudah empat kali bertemu dengan Zhang/Zhao. Mereka belum sekali pun meraih kemenangan.

"Kami sudah beberapa kali ketemu dan belum pernah menang, jadi kami cukup mewaspadai pertandingan besok. Kami akan main lepas aja, nothing to lose. Karena tidak ada yang tidak mungkin. Kami akan berusaha semaksimal mungkin," kata Richi.

(4.5.15/19.19)

Hendra Dan Ahsan Menang Dengan Mudah

6:18 PM Add Comment

Wuhan - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tak menemui kendala berarti untuk melewati babak kedua Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015. Ganda putra andalan Indonesia itu menang mudah atas wakil Maladewa.

Hendra/Ahsan, yang mendapatkan bye di babak pertama, lolos ke babak ketiga setelah mengalahkan Mohamed Ajfan Rasheed/Nasheeu Sharafuddeen. Mereka menang dua game langsung 21-12, 21-12 dalam waktu 22 menit.

"Hari ini kami lebih banyak buat coba-coba lapangan aja. Untuk lawan belum ada kesulitan, karena mereka juga masih di bawah kami. Untuk lawan besok juga sepertinya masih bisa kami lewati," tutur Hendra kepada badmintonindonesia.org di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China, Rabu (22/4/2015).

Lawan Hendra/Ahsan di babak ketiga adalah Azat Annanazarov/Penaberdy Sopyyev. Di atas kertas, Hendra/Ahsan tak akan sulit untuk mengalahkan pasangan Turkmenistan itu.

Bagi Hendra/Ahsan, ini adalah Kejuaraan Bulutangkis Asia pertama mereka sejak berpasangan. Mereka berharap bisa membawa pulang gelar juara dari ajang ini.

"Ini Kejuaraan Asia kami yang pertama kali. Jadi inginnya bisa merebut juara di sini," ungkap Hendra.

"Berbicara masalah peluang tentu ada ya. Kita lihat saja nanti di lapangan. Mungkin lawan berat baru di delapan besar nanti dan kami ingin fokus ke sana," kata Ahsan.

(4.5.15/19.18)

Hayom dan Febe Melaju ke Babak Ketiga

6:17 PM Add Comment

Wuhan - Dionysius Hayom Rumbaka melangkah ke babak ketiga Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015 setelah menang atas Artur Niyazov. Langkah Hayom diikuti oleh tunggal putri Maria Febe Kusumastuti.

Pada pertandingan babak kedua di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China, Rabu (22/4/2015), Hayom menang mudah atas Niyazov. Dia mengalahkan tunggal putra Kazakhstan itu 21-9, 21-6 dalam waktu 22 menit.

"Lawan hari ini belum ada kesulitan. Saya beberapa kali mencoba bola-bola sulit dan penguasaan lapangan. Tapi untuk lawan barusan masih bisa saya atasi," kata Hayom kepada badmintonindonesia.org.

Di babak ketiga, ada kemungkinan Hayom akan menghadapi unggulan keempat asal Korea Selatan, Son Wan Ho. Son diperkirakan tak akan kesulitan untuk mengalahkan pemain Maladewa, Mohamed Ajfan Rasheed, di babak kedua.

Hayom sudah lima kali bertemu Son. Tapi, dia cuma sekali menang, yakni pada pertemuan terakhir di Jerman Terbuka 2015.

"Secara head to head saya masih kalah, tapi di pertemuan terakhir saya bisa menang lawan Son. Untuk besok saya harus lihat dulu di lapangan dia mainnya seperti apa. Karena meski sudah sering bertemu, strategi 'kan nggak bisa kita samakan semua," kata Hayom.

Sementara itu, Febe harus bertarung tiga game melawan pemain Thailand, Nichaon Jindapon. Kalah di game pertama, Febe akhirnya menang di dua game berikutnya dengan skor 18-21, 21-18, 21-12. Febe selanjutnya akan berhadapan dengan Wang Yihan (China) atau Akane Yamaguchi (Jepang).

Dari nomor ganda putra, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira lolos ke babak ketiga tanpa harus mengeluarkan keringat. Mereka menang WO atas pasangan Iran, Vatannejad-Soroush Eskandari/Hasan Motaghi. Di babak ketiga, mereka akan menantang unggulan teratas, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea Selatan).

(4.5.15/19.16)

Praveen/Debby Menuju Perempatfinal, Greysia/Nitya Terpaksa Terhenti

6:16 PM Add Comment

Wuhan - Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto lolos ke perempatfinal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015 setelah mengalahkan Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan. Sementara itu, ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari terhenti.

Praveen/Debby menang dua game langsung atas Liao/Chen pada pertandingan babak kedua di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China, Kamis (23/4/2015). Mereka mengalahkan wakil Taiwan itu dengan skor 24-22, 21-18 dalam waktu 34 menit.

Di babak perempatfinal, Praveen/Debby akan bertemu pasangan Hong Kong, Chun Hei Reginald Lee/Hoi Wah Chau. Chun/Hoi lolos setelah menang WO atas Liu Cheng/Bao Yixin.

Sayangnya, Greysia/Nitya tak mampu melaju jauh di ajang ini. Mereka kandas di babak kedua setelah dikalahkan ganda China, Wang Xiaoli/Yu Yang, dengan skor 14-21, 9-21.

Ganda campuran Riky Widianto/Richi Puspita Dili juga kalah dari wakil China. Mereka tersingkir setelah ditundukkan Zhang Nan/Zhao Yunlei 16-21, 15-21.

Dari nomor tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka tak mampu meneruskan langkahnya. Hayom dikalahkan pemain Korea Selatan, Son Wan Ho, lewat duel tiga game yang berakhir dengan skor 21-15, 12-21, 14-21.

Ganda putra Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira juga kandas. Mereka menyerah dari unggulan teratas, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, dengan skor 13-21, 13-21.

(4.5.15/19.15)

Sambut Piala Sudirman, PBSI Tingkatkan Kekompakan Tim

6:14 PM Add Comment

Jakarta - Setelah menentukan tim menuju Piala Sudirman 2015, PP PBSI merancang program latihan. Soliditas tim dan adaptasi jadwal pertadningan menjadi aspek utama yang digenjot menuju ajang beregu campuran dua tahunan tersebut.

Indonesia menjadi unggulan kelima dalam ajang yang dihelat 10-17 Mei di Dongguan, China itu. Dalam drawing yang sudah dilakukan BWF pada 16 Maret, Indonesia tergabung dalam Grup C bersama Denmark dan Inggris.

Di atas kertas, Indonesia tak akan kesulitan lolos ke babak knock out, minimal sebagai runner-up. Demi memidik juara seperti target yang dicanangkan awal tahun ini, PBSI menggeber persiapan semaksimal mungkin.

"Kalau dari persiapan teknis sudah on going ya, karena sebagian pemain ada yang sudah terjun dipertandingan Championship Asia saat ini. ‎Mereka akan kami kumpulkan secara bersama-sama pada 29 April nanti, usai pulang dari China," kata Chief de Mission tim Indonesia Achmad Budiharto dalam jumpa pers di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (23/4).

"‎Memang jika melihat waktu persiapan cukup pendek. Secara formal anak-anak berkumpul 29 April, tapi pembentukan tim ini kan sudah dimulai sejak lama. Dan tim psikolog kami sudah berjalan," jelas dia.

Selain membangun kekompakan tim, PBSI juga berencana untuk membangun atmosfer yang mirip dengan jadwal di Piala Sudirman. Caranya, membuat latihan dibuat tiga kali mulai Selasa (24/4/2015).

Latihan pagi dimulai pukul 07.00 WIB. Kemudian dilanjutkan sesi siang mulai pukul 13.00 WIB. Latihan ketiga digeber malam, mulai pukul 19.00 WIB.

"Jadi kami menggeber jam waktu latihan untuk mengkondisikan anak-anak seperti di China. Mereka harus terbiasa bermain jam 1 siang. Kalau tidak, anak-anak bisa jadi gampang lelah karena fisik akan berbeda main siang dengan pagi beda sekali, secara feel body juga berbeda. Jadi harus dibiasakan dari sekarang. Sementara untuk durasi masih tetap sama sekitar tiga jam," papar Achmad Budiharto.

Indonesia akan memulai laganya dengan Inggris pada Senin (11/5), selanjutnya melawan Denmark pada Rabu (13/5).

(4.5.15/19.13)

Tidak Diunggulkan, Indonesia Harus Punya Mental Juara

6:12 PM Add Comment


Jakarta - Indonesia tak terlalu difavoritkan untuk menjuarai Piala Sudirman 2015. Meski begitu, tim 'Merah-Putih' dinilai punya potensi untuk membuat kejutan dan membawa pulang piala.

Piala Sudirman 2015 akan dilangsungkan di Dongguan, China, 11-17 Mei 205 mendatang. Di ajang tersebut, Indonesia cuma jadi unggulan kelima di bawah China, Korea Selatan, Denmark, dan Jepang.

Sebanyak 20 pemain terpilih akan mewakili Indonesia di Piala Sudirman 2015. Mereka akan mengawali perjuangannya dari babak grup, di mana Indonesia masuk Grup 1C dan akan bersaing dengan Denmark dan Inggris.

Di Piala Sudirman tahun ini, Indonesia akan mengandalkan tiga nomor lewat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran). Tapi, untuk menjadi juara bukanlah perkara mudah karena tim-tim unggulan juga memiliki kemampuan lebih merata hampir di lima nomor yang dimainkan.

"Indonesia kali ini memang menjadi tim underdog dan Piala Sudirman memang salah satu piala yang tidak mudah diraih oleh Indonesia. Tetapi ingat, sulit itu bukan berarti tidak mungkin," tutur mantan pemain ganda putra, Candra Wijaya, dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport.

"Peluang itu pasti terbuka. Tetap miliki mental juara, walau bagaimanapun sulitnya, dengan iman dan keyakinan. Kalau bicara kekuatan, manusia itu ada batasnya, tapi ketika kita minta kepada Tuhan, maka tidak ada yang mustahil di dunia ini," imbuh Candra.

"Sebaiknya ini menjadi motivasi untuk anak-anak, jadikan kekuatan untuk menjadi luar biasa. Enjoy saja, berusahalah mencapai yang terbaik. Tidak ada kata mustahil kalau kita berusaha dan sungguh-sungguh ingin mencapainya. Walau kita tidak diperhitungkan, kita tetap bisa menunjukkan bahwa kita punya kapasitas untuk mencapainya," kata peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu.

Tim Indonesia direncanakan terbang ke Dongguan pada Rabu (6/5/2015) mendatang. Sebelumnya, tim akan menjalani simulasi di GOR Asia Afrika, Jakarta, pada Sabtu (2/5) serta pelepasan tim di Pelatnas Cipayung pada Selasa (5/5), bertepatan dengan peringatan HUT PBSI ke-64.

(4.5.15/19.11)

Kevin Sanjaya Sudah Lebih Baik Dengan Gideon

6:09 PM Add Comment

Jakarta - Kevin Sanjaya Sukamuljo merasa dirinya sudah lebih klop dengan Marcus Fernaldi Gideon yang jadi pasangannya di ganda putra. Hal itu membuat Kevin kian siap-sedia menghadapi Piala Sudirman 2015.

Bersama Gideon, Kevin sepertinya diplot menjadi ganda putra ketiga di Piala Sudirman mendatang setelah Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan dan Angga Pratama/Ricky Karanda.

Terlepas dari apakah pengaturan itu memang benar-benar baku atau akan mengalami perubahan, Kevin setidaknya sudah merasa lebih nyaman berpasangan dengan Gideon. Salah satu buktinya adalah penampilan pada simulasi di GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

"Kalau melihat hasil permainan tadi saya dan Gideon sudah cukup nyaman dan mainnya mulai enak. Selama ini kan feel-nya masih kurang. Tapi karena sering diskusi juga jadi mulai ngerti satu sama lain," kata Kevin.

"Awal-awal dipasangkan kami suka main buru-buru dan cenderung tidak sabar. Tapi di simulasi hari ini permainan kami sudah mulai bisa diatur dan lebih tenang. Tidak terus menerus menyerang," ungkapnya melanjutkan.

Bagi Kevin main dalam format beregu bukan kali pertama. Sebelumnya ia pernah mencicipi pertandingan format beregu di Axiata Cup bulan Desember lalu. Tetapi ia menyadari itu tak bisa dibandingkan dengan Piala Sudirman.

"Ya saya belum tahu apakah diturunkan atau tidak. Tapi yang pasti siapapun itu harus siap, termasuk saya sendiri. Karena saya juga belum pernah merasakan menjadi penentu makanya kalau diturunkan tentu ada tanggung jawab yang lebih besar lagi. Ya walau begitu saya optimistis tim Indonesia bisa juara grup," ucapnya.

(4.5.15/19.08)

Jonatan DKK. Siap Menghadapi Piala Sudirman

6:06 PM Add Comment
Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menunjuk tiga pemain tunggal putra yang minim pengalaman mengisi tim Sudirman. Jonatan Christie dkk. bertekad menjawab kepercayaan itu.

Selain Jonatan, tim Sudirman tunggal putra diperkuat Ihsan Maulana Mustofa (20 tahun), dan Firman Abdul Kholik (18 tahun). Ketiganya belum pernah sekalipun tampil di Piala Sudirman.

Jonatan baru mempunyai pengalaman beregu tertinggi di level Asian Games 2014. Ihsan baru tampil di Piala Thomas tahun lalu. Itupun sebagai tunggal keempat. Keduanya benar-benar jadi ujung tombak ketika tampil di Kejuaraan Dunia Junior 2013. Firman malah belum mempunyai pengalaman di ajang junor.

“Ini adalah pengalaman besar buat saya. Memang saya pernah ikut Asian Games 2014, tetapi kala itu masih ada mas Tommy (Sugiarto) yang merupakan pemain senior. Kali ini tunggal putra diisi oleh kami yang masih muda. Apalagi ini Piala Sudirman, gengsinya beda,” kata Jonatan seperti dikutip Badminton Indonesia.

“Biasanya pemain muda masuk tim beregu diawali jadi sparring atau cadangan, nah sekarang langsung jadi pemain inti. Saya berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami yang muda, kesempatan ini tidak akan kami sia-siakan.

“Pengalaman di World Junior Championships 2013 dan Asian Games 2014 adalah bekal buat saya. Berjuang di Piala Sudirman 2015 ini adalah ‘medan perang’ yang berkelas buat kami pemain muda, apalagi tampil bersama-sama pemain-pemain sekelas juara dunia seperti Hendra/Ahsan dan Tontowi/Liliyana," ujar dia.

Berbeda dengan kedua rekannya, Firman belum sekalipun tampil dalam kejuaraan beregu. Tapi, Firman bertekad tampil habis-habisan.

“Rasanya seperti mimpi, saya kaget bisa terpilih masuk tim inti. Sebab, di level junior saja saya belum pernah mewakili Indonesia di kejuaraan beregu," kata Firman.

"Di Piala Sudirman ini saya bermain atas nama negara dan tim, jadi saya harus bisa membuktikan kemampuan saya. Menang atau kalah, yang penting berjuang mati-matian dulu,” ucap pemain asal Mutiara Cardinal Bandung tersebut.

Piala Sudirman bakal bergulir 10-17 Mei di Dongguan, China. Dua tahun lalu, Indonesia hanya sampai di perempat final.

(4.5.15/19.05)
PBSI Gulirkan Turnamen Junior di Cipayung

PBSI Gulirkan Turnamen Junior di Cipayung

3:42 PM Add Comment
Jakarta - PP PBSI kembali menghelat Turnamen Junior Master di Pelatnas Cipayung, Jakarta, pada 19-23 Desember 2014. Kejuaraan invitasi itu salah satunya sebagai alat saring pebulutangkis terbaik untuk promosi ke pelatnas.

Ajang tersebut akan jadi agenda kedua dalam kepengurusan kabinet Gita Wirjawan. Tahun lalu agenda itu juga digulrikan di pelatnas Cipayung.

Bedanya, kali ini ajang tersebut tak hanya mempertandingan pebulutangkis pada kelompok umur remaja (U-17) dan taruna (U-19), tapi juga U-21. Pada kelompok usia U-21, para atlet yang pernah bergabung di Pelatnas Cipayung juga bisa ikut ambil bagian.

“Kejuaraan ini diharapkan dapat memberi informasi terbaru untuk inventarisasi atlet potensial terbaik di Indonesia. Dengan demikian akan ada gambaran untuk tim Pembinaan dan Prestasi untuk melakukan seleksi pemain ke Pelatnas Cipayung, bahkan sebagai daftar acuan untuk materi pemain di Olimpiade 2020 nanti,” ujar Basri Yusuf, Kepala Bidang Pengembangan PP PBSI, seperti dikutip Badminton Indonesia.

“Tahun ini kami memang menambahkan satu kategori lagi yaitu U-21 atau bisa dibilang kelompok usia dewasa awal. Kami menilai bahwa atlet-atlet dunia mulai berprestasi di usia 22 tahun, sehingga kami punya waktu untuk melakukan pembinaan atlet yang potensial di kelompok usia ini,” tambah Basri.

Pada U-17 dan U-21 akan dimainkan nomor tunggal putra dan putri serta ganda putra dan putri. Adapun U-19 menyajikan lima nomor sekaligus. Undangan itu hanya diberikan kepada pemain tunggal yang ada di peringkat ke-16 per tanggal 8 Desember. Sementara di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran membatasi delapan pasangan terbaik nasional.

Nantinya sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem round robin dengan skor 3x21 poin. Penilaian pemenang dibagi menjadi tiga bagian yaitu 50 persen teknik, 30 persen fisik dan 20 persen dari penilaian tim panelis yang telah ditunjuk PP PBSI.

Pada penyelenggaraan tahun ini, pemenang pertama dan kedua di kelompok usia U-19 akan mendapatkan reward dengan diberangkatkan untuk mengikuti join training di Hanium Culture & Sport Center, Korea Selatan, pada 25 – 31 Desember 2014. Selain itu, pelatih yang atletnya mendominasi di peringkat pertama dan kedua, juga akan mendapatkan penghargaan.
PBSI Akan Kirim 16 Pemain Muda Untuk Latihan Bersama di Korsel

PBSI Akan Kirim 16 Pemain Muda Untuk Latihan Bersama di Korsel

3:41 PM Add Comment
Jakarta - PP PBSI akan mengirimkan sejumlah atlet muda berprestasi dan pelatih untuk mengikuti sesi latihan bersama di Korea Selatan. Program ini adalah realisasi dari kerjasama dengan Asosiasi Bulutangkis Korsel.

Ada 16 pebulutangkis dan tiga orang pelatih yang akan mengikuti latihan bersama di Hanium Sport and Culture Center, Korsel, 1-7 Februari 2015. Mereka akan bertolak ke Korsel pada tanggal 31 Januari mendatang.

Para pebulutangkis dan pelatih yang diberangkatkan ke Korsel merupakan pemenang reward di ajang Victor Junior Master 2014. Seperti pernah disebutkan Sebelumnya, para atlet yang menempati peringkat pertama dan kedua di kelompok usia U-19 Victor Junior Master 2014 berhak untuk mengikuti latihan bersama di Korsel. Sementara itu, tiga pelatih dari PB Djarum Kudus, PB Exist Jakarta, serta PB SGS PLN Bandung juga akan ikut karena para atletnya mendominasi posisi teratas di berbagai kelompok usia pada ajang Victor Junior Master 2014.

Program latihan bersama ini merupakan hasil kerjasama antara PP PBSI dengan BKA (Badminton Korea Association). Kedua belah pihak telah melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) pada Juni 2014 lalu.

"Harapannya semoga para pebulutangkis Indonesia bisa belajar dari sistem latihan di Korea. Umumnya anak-anak di sana harus bangun pagi dan bersiap-siap ala militer," kata Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, dalam rilis yang diterima RTV, Jumat (9/1/2015).

Menurut pria yang akrab disapa Rudy ini, kerjasama antara Indonesia dan Korsel masih akan berlanjut. Sebelumnya, tim junior Korsel menjalani latihan bersama di Pelatnas Cipayung pada Agustus 2014, tepat sebelum mengikuti ajang Jaya Raya Junior International Challenge 2014 di Surabaya, Jawa Timur.

"Adanya program ini juga mempererat hubungan antara PBSI dan BKA. Kami juga berusaha membagi ilmu bagaimana memajukan bulutangkis antara dua negara," ujarnya.

"Kerjasama ini tidak akan berakhir sampai di sini. Selanjutnya kemungkinan akan ada join training untuk para pemain senior dan juga penyelenggaraan turnamen beregu junior, semacam pertandingan persahabatan," pungkas Rudy.

Berikut daftar pemain yang akan mengikuti join training di Korea Selatan :

Tunggal Putra
1. Redy Perdana (PB SGS PLN Bandung)
2. Enzi Shafira (PB Mutiara Cardinal Bandung)

Tunggal Putri
1. Priskilia Siahaya (PB Exist Jakarta)
2. Lyanny Mainaky (PB Putra Mainaky)

Ganda Putra
1. Alwi Mahardika/Geovani Dicky (PB Exist Jakarta)
2. Franky Wijaya Putra/Sabar Karyawan Gutama (PB Exist Jakarta)

Ganda Putri
1. Apriani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto (PB Pelita Bakrie Jakarta)
2. Linda Mutiara Pertiwi/Sinta Arum (PB Mutiara Cardinal Bandung)

Ganda Campuran
1. Tedi Supriadi/Mychelle Chrystine Bandaso (PB Djarum Kudus)
2. M. Aria Wijaya/Monica Ngilu (PB Mutiara Cardinal Bandung)

Pelatih :
1. Pelatih 1 (PB Djarum Kudus)
2. Pelatih 2 (PB Exist Jakarta)
3. Pelatih 3 (PB SGS PLN Bandung)

(3.5.15/16.44)

Permainan Tak Cukup Berkembang, Tommy Mundur dari Pelatnas Cipayung

3:39 PM Add Comment

Jakarta - Pebulutangkis tunggal putra Tommy Sugiarto memutuskan mundur dari Pelatnas Cipayung, terhitung Selasa (6//1/2015). Pebulutangkis 26 tahun tersebut merasa kemampuan dia tak berkembang sesuai harapan.

PBSI mengumumkan daftar penghuni pelatnas tahun 2015 pada pekan keempat Desember 2014. Tommy menjadi salah satu pebulutangkis yang dipanggil di antara delapan pemain tunggal putra ke pelatnas utama.

Jika memenuhi undangan itu, tahun ini bakal menjadi tahun ketiga Tommy di pelatnas sejak 2013. Tapi, Tommy memilih bergabung dengan klub dia, PB Pelita Jaya, Jakarta.

“Tommy Sugiarto resmi melayangkan surat pengunduran diri dari Pelatnas Cipayung, terhitung sejak 6 Januari 2015. Alasan yang disebutkan Tommy adalah ia merasa permainannya tidak berkembang,” ujar Rexy Mainaky, kepala bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI, kepada Badminton Indonesia.

“Menurut pandangan kami soal permainan Tommy, dengan persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, memang diperlukan adanya perubahan dan peningkatan baik teknik maupun strategi. Namun selama ini Tommy belum pernah berlatih dalam pola latihan di bawah asuhan pelatih yang baru,” jelas Rexy.

Ya, sektor tunggal putra mengganti pelatih di tengah jalan. Dari Joko Supriyanto ke tangan Hendry Saputra.

Dengan mundurnya Tommy, maka terdapat satu slot tunggal putra yang kosong. Tahun ini, PBSI memberikan tempat kepada delapan pemain tunggal putra di pelatnas utama. Mereka, Tommy, Simon Santoso, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Firman Abdul Kholik, Muhammad Bayu Pangisthu, dan Riyanto Subagja.

“Kami masih akan membicarakan soal satu slot kosong untuk menggantikan posisi Tommy di pelatnas. Hal ini akan kami diskusikan dalam pertemuan dengan pelatih tunggal putra,” ungkap Rexy.

Selama menjadi penghuni pelatnas, sejatinya penampilan Tommy justru meningkat. Dia mampu mencapai peringkat tiga yang sementara ini menjadi peringkat terbaik di sepanjang kariernya.

Tommy juga tercatat sebagai juara Singapore Open Super Series 2013 meraih medali perunggu BWF World Championships 2014 di Copenhagen, Denmark. Tommy juga menjadi runner up di BWF Super Series Finals 2013 dan Malaysia Open Super Series Premier 2014.

Keputusan serupa pernah diambil di tahun 2010. Setelah masuk daftar pemain pelatnas selama lima tahun, Tommy memilih mundur dan tampil bersama klub selama dua tahun.

(3.5.15/16.42)