Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mulai mempertajam persiapan sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Agustus mendatang, termasuk untuk memoles Istora Senayan.
Setelah mendapat kunjungan dari Event Director Badminton World Federation (BWF), Darren Parks pada Rabu (11/2) kemarin, PBSI mengakui menerima banyak masukan dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia 2015.
Di samping diingatkan supaya jarak lapangan satu dengan lapangan lain harus lebar, gedung Istora yang akan dipergunakan sebagai venue juga dianggap terlalu kumuh. Sejumlah perbaikan multak diperlukan demi kelancaran pertandingan, termasuk untuk mengantisipasi kebocoran atap, sirkulasi udara, hingga mengoptimalkan ruangan-ruangan lain.
"Sebetulnya BWF tahu bahwa PBSI mungkin 2-3 kali ini berhasil sebagai penyelenggara terbaik dunia melalui penyelenggaraan Indonesia Open. Tapi mereka juga berharap di Kejuaraan Dunia ini lebih baik dari Indonesia Open. Oleh karena itu, kemarin Darren Parks sengaja datang untuk memastikan bahwa kami bisa merancang dengan baik," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiarto, kepada RTV, Jumat (13/2/2015).
Budi --panggilan akrab Achmad Budiarto-- mengatakan salah satu yang diinginkan BWF sebenarnya adalah PBSI memiliki gedung yang lebih representatif dari Istora. Sayangnya, sampai saat ini memang tidak ada.
"Kekhawatiran Istora dipakai adalah satunya atap bocor. Kemudian penggunaan ruangannya, sirkulasi udara juga. Selain itu dia juga bilang gedung ini terlalu kumuh. Jadi kalau dibuat set up 4 lapangan, agak mepet.
"Kami sudah jawab, bahwa akan menjamin perbaikan-perbaikan itu. Kalau bocor bisa kami atasi. Kami juga sedang membuat konsep yang bisa kami jual, menyangkut keragaman budaya Indonesia," paparnya.
Budi menambahkan, dalam waktu dekat PBSI akan melakukan pertemuan dengan pihak Gelora Bung Karno untuk membahas soal hal tersebut.
"Rencananya pekan depan kami lakukan meeting bersama. Masukan-masukan dari BWF akan kami pikirkan bersama dan melakukan perbaikan," katanya.
"Karena selama ini salah satu alasan klasik mereka adalah tidak ada alokasi khusus. Kedua, memang GBK tahun ini adalah tahun terakhir bisa dipakai oleh kami. Karena tahun depan GBK mulai direnovasi secara besar-besaran untuk Asian Games 2018. Jadi bisa dibilang tahun 2016 PBSI bisa pusing lagi untuk mencari tempat dan tidak bisa di Istora lagi. Tapi paling tidak untuk Agustus nanti ada perbaikan yang bisa dilakukan dalam waktu dekat," tutupnya.
(3.5.15/16.34)

EmoticonEmoticon