Pembulutangkis Indonesia Harus Benar Benar di Jaga

3:28 PM
Jakarta - Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro sudah di depan mata. Dengan situasi terkini dalam bulutangkis Indonesia, Indonesia pun diingatkan agar pintar-pintar atur strategi menghadapi persaingan yang kian sengit.

Hal itu dikatakan mantan pebulutangkis Indonesia Imelda Wigoena dalam usai melakoni Diskusi Bulutangkis "Kebangkitan Klub Bulutangkis di Indonesia, Jalan Strategis Menuju Olimpiade Rio 2016" di gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (3/3/2015), sehubungan dengan proses regenerasi yang minim di Tanah Air.

"Jadi sebetulnya strateginya itu Indonesia mesti hati-hati karena atlet-atlet dari luar itu sekarang yang muda-muda muncul lho," sebutnya.

"Trus kita mana? Yang dari Jepang, seperti Akane Yamaguchi, itu kan bahaya, darah baru. Atau Li Xuerui (pemain muda China). Jadi kita harus benar-benar mendeteksi calon-calon lawan," sebutnya.

Sebagai pembina klub bulutangkis PB Jaya Raya Jakarta, Imelda, mengakui sulitnya mencari pemain. Tapi dia tidak ingin berkutat dengan masalah itu terus menerus.

"Memang pemain kita ya itu-itu saja, malah kadang diganggu cedera. Seperti Nitya (Krishinda Maheswari), dia sudah kena (cedera) kakinya. Tapi kita kan tidak punya lagi. Jadi itu harus di-maintenance, dijaga asupan makanannnya, juga latihannya jangan sampai latihannya (mengakibatkan) cedera," tegas Imelda.

Di Asian Games 2014 lalu Nitya, bersama pasangannya Greysia Polii, menyumbang medali emas di nomor ganda putri sekaligus mengakhiri puasa emas 36 tahun di sektor tersebut.

(3.5.15/16/31)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »